Hukum wakaf adalah sunnah, dengan mengingat hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. [HR Muslim 3084].

Syaikh Ali Bassam berkata: Adapun yang dimaksud dengan shadaqah dalam hadits ini ialah wakaf. Hadits ini menunjukkan, bahwa amal orang yang mati telah terputus. Dia tidak akan mendapat pahala dari Allah setelah meninggal dunia, kecuali (dari) tiga perkara ini; karena tiga perkara ini termasuk usahanya. Para sahabat dan tabi’in mengizinkan orang berwakaf, bahkan menganjurkannya. [Lihat kitab Taisiril Allam, 2/132].

Sumber: https://almanhaj.or.id/3035-keutamaan-waqaf.html

1. Balasannya adalah surga
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang -orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai ornag-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.Ali Imran:133-134)

2. Dilipatgandakan hingga 700 kali lipat
“Perumpamaan (nafkah) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus bulir. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

3. Harta yang tidak akan pernah berkurang
Rasulullah bersabda: “Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya dan aku kabarkan dengan kabar yang agung, maka ingatlah; Tidaklah berkurang harta seorang hamba karena disedekahkan.”

4. Sampai pada ketaatan sebenarnya
Ayat Al Qur’an di mana Allah berfirman, “Kamu tidak akan sampai pada ketaatan yang sebenarnya sampai kamu sedekahkan harta yang kamu cintai, “ (Ali Imran: 91), yang didengar oleh Abu Talhah dan mendorongnya menyedekahkan kebun kebanggaannya sebagai wakaf. Tindakan ini direstui Rasulullah, SAW, dan merupakan salah satu contoh paling awal penyerahan sebidang tanah sebagai wakaf.

5. Pahala yang tidak akan terputus
“Pahala seseorang akan terputus kecuali dari tiga hal: sedekah jariah, pengetahuan yang berguna, dan anak yang soleh.” Sedekah jariah secara umum merujuk kepada wakaf.”

Sumber: http://www.wakaf165.com/index.php/artikel/44-keuntungan

Syarat yang harus terpenuhi pada unsur-unsur penting dalam wakaf adalah sebagai berikut:

1. Orang yang mewakafkan (waqif)
Syarat sahnya menjadi waqif adalah (a) akil baligh; (b) berakal sehat dan normal; (c) sukarela (tidak terpaksa dan tidak ada yang memaksa); (d) pemilik dari harta yang akan diwakafkan.

2. Harta atau benda yang diwakafkan (mauquf)
Syarat sahnya mauquf adalah (a) harus berupa harta yang berharga atau ada nilainya; (b) dapat dan boleh diambil manfaatnya (bukan barang haram seperti alkohol); (c) dimiliki oleh waqif saat melakukan wakaf; (d) diketahui keberadaan harta saat pelaksanaan wakaf.
Mauquf atau harta yang diwakafkan boleh dalam bentuk (a) harta tunai; (b) tanah atau harta tak bergerak lain; (c) saham; (d) segalam macam harta bergerak yang dapat diambil manfaatnya; (e) dapat dimanfaatkan secara terus menerus dalam arti tidak berupa benda yang mudah rusak seperti makanan; atau wakaf untuk anak dan kerabat dalam masalah wakaf keluarga.

3. Tujuan pemanfaatan harta wakaf (mauquf alaih)
Syarat mauquf alaih atau tujuan wakaf adalah (a) tidak untuk sesuatu yang diharamkan syariat; (b) mengandung tujuan yang tidak terputus seperti wakaf untuk tujuan kebaikan seperti Al-Quran, orang fakir miskin, memberi makan, dan lain-lain.

4. Lafadz atau kata terkait dengan harta dan tujuan wakaf (sighat)
Syarat sahnya lafadz (a) ucapan mengandung kata-kata yang menunjukkan kekalnya (ta’bid). Tidak sah wakaf kalau ucapan dengan batas waktu tertentu; (b) dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan atau digantungkan kepada syarat tertentu; (c) ucapan itu bersifat pasti; (d) ucapan tidak diikuti syarat yang membatalkan.

Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang dan lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Juga termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, seperti saham, cek dan lainnya.

Cara melakukan wakaf tunai (mewakafkan uang), menurut mazhab Hanafi ialah dengan menjadikanya modal usaha dengan cara mudharabah atau mubadha’ah, sedang keuntungannya disedekahkan kepada pihak wakaf.

Wakaf tunai ini telah ditetapkan pada konferensi ke-15, Majma’ al-Fiqh al-Islami OKI, No: 140, di Mascot, Oman, pada tanggal 14-19 Muharram 1425 H/ 6-11 Maret 2004. Selain itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa kebolehan wakaf tunai pada tanggal 11 Mei 2002.

Wakaf Tunai juga sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Agama No. 4/ 2009 dan dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2004 diatur dalam pasal 28 sampai pasal 31.

Berwakaf dengan Wakaf Hasanah BNI Syariah sangatlah mudah dan nyaman. Berikut cara mudah untuk mendaftar dan berwakaf:

  • Kunjungi www.wakafhasanah.bnisyariah.co.id;
  • Pilih nazhir dan proyek wakaf yang sesuai dengan keinginan Anda;
  • Masukkan email, no HP dan nominal wakaf;
  • Transfer ke rekening nazhir yang ada di SMS/email notifikasi;
  • atau langsung transfer nominal wakaf Anda ke rekening proyek Wakaf Hasanah yang Anda inginkan.

Transfer dana wakaf Anda dapat dilakukan melalui: (1) setor tunai ke BNI Syariah; (2) via ATM maupun e-Banking BNI Syariah (sms banking, internet banking, dan mobile banking dengan menu transfer ke nomor rekening yang dituju); (3) melalui bank lain.

Silahkan lampirkan bukti transaksi wakaf Anda melalui email ke: wakafhasanah@bnisyariah.co.id untuk kami proses dan teruskan. Kami akan segera menghubungi anda. Apabila dalam waktu 2x24 jam belum ada tanggapan, silakan hubungi Customer Service Wakaf Hasanah

Untuk melihat histori transaksi, silakan Log in di website wakaf hasanah menggunakan email atau handphone yang Anda gunakan ketika berwakaf melalui Website Wakaf Hasanah.

Sebaiknya Anda melakukan input ulang nomor handphone, email, nominal wakaf dan mentransfer sesuai detail yang dikirimkan oleh SMS notifikasi yang baru agar transaksi Anda tercacat di sistem.

Anda dapat menghubungi Customer Service Wakaf Hasanah dan melampirkan bukti transaksi wakaf. Jika sesuai dengan data yang ada di sistem, sertifikat akan dikirim melalui email.

Anda dapat melihat laporan nazhir wakaf mengenai penerima manfaat wakaf untuk masing-masing proyek melalui Website Wakaf Hasanah.

Merupakan salah satu rukun islam yang wajib ditunaikan jika sudah memenuhi ketentuan-ketentuannya.

Zakat ditentukan jenisnya, penerimanya pada waktu yang telah ditentukan ( haul) dan zakat bersifat liquid, dan dana zakat harus dihabiskan pada saat itu juga.

Amil zakat berhak menerima atau mengambil 1/8 dari dana zakat yang terkumpul.

Orang yang berzakat disebut Muzakki.

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah 43)

Infaq adalah menggunakan atau membelanjakan harta-benda untuk pelbagai kebaikan atau kemaslahatan, karena mencakup semua jenis pembelanjaan harta kekayaan. dan orang yang berinfaq disebut Munfiq.Jangka waktu berinfq kapan saja.

“Dan infakkanlah/belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Menurut ar-Raghib al-Ishfani adalah harta benda yang dikeluarkan orang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bersedekah harus dilakukan secepatnya dalam arti dimana seseorang berniat ingin bersedekah maka harus segera dilaksanakan.

Sama dengan zakat, harta atau pengumpulan dana sedekah harus dihabiskan. Hak amil dalam Sodaqoh mengikuti ijtihad dan shodaqoh bersifat liquid.

Shodqoh boleh diberikan kepada siapa saja atau secara global.

Jabir r.a meriwayatkan, Rasulullah Shalallahu „Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika salah seorang di antaramu miskin, hendaknya dimulai dengan dirinya. Dan jika dalam itu ada kelebihan, barulah diberikan untuk keluarganya. Lalu apabila ada kelebihan lagi, maka untuk kerabatnya,” atau sabdanya, “Untuk yang ada hubungan kekeluargaan dengannya. Kemudian apabila masih ada kelebihan, barulah untuk ini dan itu.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Wakaf artinya menahan barang atau harta yang telah diwakafkan serta menyedekahkan manfaatnya.

Harta yang diwakafkan tidak boleh dihabiskan, Nadzir ( pengelola wakaf ) harus menyisakan pokok dari wakaf.

Orang yang berhak menerima wakaf harus memiliki kriteria sesuai dengan kententuan islam salah satu syaratnya adalah seorang muslim.

Nadzir berhak menerima bagian dari hasil wakaf berdasarkan kemakluman dari hasil wakaf.

Jangka waktu wakaf “selamanya” karena wakaf yang sudah ditunaikan sudah menjadi hak Allah. Objek atau asset nya bersifat fix. Orang yang berwakaf disebut Waqif.

SIFAT SEDEKAH ZAKAT WAKAF
Dana Habiskan Habiskan Sisa
Penerima Global Tertentu Syarat
Jangka Waktu Secepatnya Haul "Selamanya"
Hak Amil Ijtihad 1/8 Kemakluman dari hasil
Objek Liquid Liquid Fix
Muzakki Wakif
Top